Sabtu, 25 Mei 2013

KEBERSAMAAN DALAM ORGANISASI

Kata "Kebersamaan" terasa begitu familiar di telinga kita, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi. Tapi terkadang individu didalam kelompok tersebut tidak tahu atau bahkan melalaikan arti makna dari kebersamaan. Mengapa rasa kebersamaan begitu penting dalam sebuah organisasi, ikatan, group atau komunitas? Kata "Kebersamaan" memiliki makna sebuah ikatan yang terbentuk karena rasa kekeluargaan/persaudaraan, lebih dari sekedar bekerja sama atau hubungan profesional biasa.


Kebersamaan memiliki 4 unsur yang harus diciptakan dan dijaga oleh setiap individu yang tergabung didalamnya:

1. Sehati & Sepikir (Satu Visi)
Dalam sebuah organisasi akan terdapat banyak orang yang memiliki pendapat berbeda. Satu kepala satu ide, seribu kepala seribu ide. Namun jika ingin membuat kelompok kita kuat dan solid, maka selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi. Tinggalkan perbedaan dan galang persamaan, akan mengantar organisasi kita dapat berjalan dg lancar.

2. Tidak Egois
Sudah bukan rahasia lagi jika manusia itu adalah "makhluk egois". Apapun yang tidak memiliki nilai tambah buat dirinya, kebanyakan tidak akan ada partisipasi yang dikeluarkan, bahkan dianggap tidak penting. Jika sifat ini ada dalam sebuah organisasi, bisa dipastikan organisasi tersebut hanya punya program tapi tidak ada kegiatan. Tidak ada yang mempelopori, karena semua menganggap apa yang mereka lakukan tidak ada imbal baliknya. Jika ingin memiliki organisasi yang solid, maka kita mulai utk belajar menurunkan Ego demi kepentingan bersama.

3. Kerendahan Hati
Organisasi akan memiliki anggota yang hegemoni (campuran). Terkadang ada sebagian anggota yang terlibat tidak memiliki keahlian dan pengalaman khusus, modal mereka hanya sekedar kerelaan demi memberikan sumbangsih. Maka selayaknya anggota yang memiliki usia lebih tua, pengalaman lebih matang, keahlian lebih tinggi, kondisi finansial lebih beruntung, untuk menekan rasa sombong dalam diri dan rela bekerja sama (sambil menuntun) dg anggota lainnya. Kerendahan hati akan menghindarkan kita dari rasa benci, iri hati dan timbulnya kelompok yang terkotak-kotak.

4. Kerelaan Berkorban.
Setiap individu dalam sebuah organisasi, akan memiliki sumbangsih yang bisa berbeda-beda. Ada yang menyumbangkan dana, pikiran, fasilitas, tenaga atau waktu. yang punya finansial lebih menyumbangkan dana utk transportasi dan konsumsi, sementara yang memiliki waktu menyumbangkan tenaga dan waktunya utk melaksanakan tugas. Perbedaan sumbangsih jangan sampai membuat gesekan negatif yang bisa berdampak pada perpecahan. Jika ingin bekerja bersama-sama, maka siapkan kerelaan untuk mau berkorban dan jangan pernah itung-itungan.

Jika setiap individu dalam sebuah organisasi memahami dan terus belajar untuk memenuhi 4 unsur diatas, maka lambat laun organisasi yang dikembangkan akan menjadi semakin kuat dan solid di kemudian hari. Kesadaran diri untuk menjadi insan yang lebih baik dan terus bertumbuh, akan sangat membantu proses perubahan diri.


Sudahkah anda terapkan dalam organisasi anda ? :-)

Jumat, 24 Mei 2013

ARTI LAMBANG OSIS

Pada umumnya logo OSIS memiliki arti tersendiri yang di antara lainya adalah sebagai berikut :


Arti lambang

Arti bentuk dan warna lambang OSIS:

Bunga bintang sudut lima dan lima kelopak daun bunga

Generasi muda adalah bunga harapan bangsa dengan bentuk bintang sudut lima menunjukkan kemurnian jiwa siswa yang berintikan Pancasila. Para siswa berdaya upaya melalui lima jalan dengan kesungguhan hati, agar menjadi warga negara yang baik dan berguna. Kelima jalan tersebut dilukiskan dalam bentuk lima kelopak daun bunga, yaitu: abdi, adab, ajar, aktif, dan amal.

Buku terbuka

Belajar keras menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, merupakan sumbangsih siswa terhadap pembangunan bangsa dan negara.

Kunci pas

Kemauan bekerja keras akan menumbuhkan rasa percaya pada kemampuan diri dan bebas dari ketergantungan pada belas kasihan orang lain, menyebabkan siswa berani mandiri. Kunci pas adalah alat kerja yang dapat membuka semua permasalahan dan kunci pemecahan dari segala kesulitan.

Tangan terbuka

Kesediaan menolong orang lain yang lemah sesama siswa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dan pertolongan, yang menunjukkan adanya sikap mental siswa yang baik dan bertanggung jawab.

Biduk

Biduk / perahu, yang melaju di lautan hidup menuju masa depan yang lebih baik, yaitu tujuan nasional yang dicita – citakan.

Pelangi merah putih

Tujuan nasional yang dicita–citakan adalah masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejahtera baik material maupun spiritual.

Tujuh belas butir padi, delapan lipatan pita, empat buah kapas, lima daun kapas

Pada tanggal 17 Agustus 1945 adalah peristiwa penegakan jembatan emas kemerdekaan Indonesia mengandung nilai–nilai perjuangan ’45 yang harus dihayati para siswa sebagai kader penerus perjuangan bangsa dan pembangunan nasional. Kemerdekaan yang telah ditebus dengan mahal perlu diisi dengan partisipasi penuh para siswa.

Warna kuning

Sebagai dasar lambang yaitu warna kehormatan/agung. Suatu kehormatan bila generasi muda diberi kepercayaan untuk berbuat baik dan bermanfaat melalui organisasi, untuk kepentingan dirinya dan sesama mereka, sebagai salah satu sumbangsih nyata kepada tanah air, bangsa dan negara.

Warna coklat

dapat berarti sifat kedewasaan dan sikap rela berkorban bagi tanah air.

Warna merah putih

Warna kebangsaan Indonesia yang menggambarkan hati yang suci dan berani membela kebenaran.
 DEFINISI ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH (OSIS)

Organisasi Siswa Intra Sekolah (disingkat OSIS) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.

Latar belakang berdirinya OSIS

Tujuan nasional Indonesia, seperti yang tercantum pada Pembukaan Undang-undang Dasar 1945, adalah melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Dan secara operasional diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Pembangunan Nasional dilaksanakan di dalam rangka pembangunan bangsa Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia. Pembangunan pendidikan merupakan bagian dari Pembangunan Nasional. Di dalam garis-garis besar haluan Negara ditetapkan bahwa pendidikan nasional berdasarkan Pancasila, bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kecerdasan dan keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
Garis-garis Besar Haluan Negara juga menegaskan bahwa generasi muda yang di dalamnya termasuk para siswa adalah penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional yang berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.
Mengingat tujuan pendidikan dan pembinaan generasi muda yang ditetapkan baik di dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 maupun di dalam garis-garis besar Haluan Negara amat luas lingkupnya, maka diperlukan sekolah sebagai lingkungan pendidikan yang merupakan jalur pendidikan formal yang sangat penting dan strategis bagi upaya mewujudkan tujuan tersebut, baik melalui proses belajar mengajar maupun melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.

Wawasan Wiyatamandala

Dengan memperhatikan kondisi sekolah dan masyarakat dewasa ini yang umumnya masih dalam taraf perkembangan, maka upaya pembinaan kesiswaan perlu diselenggarakan untuk menunjang perwujudan sekolah sebagai Wawasan Wiyatamandala.
Berdasarkan surat Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah nomor: 13090/CI.84 tanggal 1 Oktober 1984 perihal Wawasan Wiyatamandala sebagai sarana ketahanan sekolah, maka dalam rangka usaha meningkatkan pembinaan ketahanan sekolah bagi sekolah-sekolah di lingkungan pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen pendidikan dan kebudayaan, mengeterapkan Wawasan Wiyatamandala yang merupakan konsepsi yang mengandung anggapan-anggapan sebagai berikut:
  • Sekolah merupakan wiyatamandala (lingkungan pendidikan) sehingga tidak boleh digunakan untuk tujuan-tujuan diluar bidang pendidikan.
  • Kepala sekolah mempunyai wewenang dan tanggung jawab penuh untuk menyelenggarakan seluruh proses pendidikan dalam lingkungan sekolahnya, yang harus berdasarkan Pancasila dan bertujuan untuk:
    1. meningkatkan ketakwaan teradap Tuhan yang maha Esa,
    2. meningkatkan kecerdasan dan keterampilan,
    3. mempertinggi budi pekerti,
    4. memperkuat kepribadian,
    5. mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air.
  • Antara guru dengan orang tua siswa harus ada saling pengertian dan kerjasama yang baik untuk mengemban tugas pendidikan.
  • Para guru, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, harus senantiasa menjunjung tinggi martabat dan citra guru sebagai manusia yang dapat digugu (dipercaya) dan ditiru, betapapun sulitnya keadaan yang melingkunginya.
  • Sekolah harus bertumpu pada masyarakat sekitarnya, namun harus mencegah masuknya sikap dan perbuatan yang sadar atau tidak, dapat menimbulkan pertientangan antara kita sama kita.
Untuk mengimplementasikan Wawasan Wiyatamandala perlu diciptakan suatu situasi di mana siswa dapat menikmati suasana yang harmonis dan menimbulkan kecintaan terhadap sekolahnya, sehingga proses belajar mengajar, kegiatan kokurikuler, dan ekstrakurikuler dapat berlangsung dengan mantap.
Upaya untuk mewujudkan Wawasan Wiyatamandala antara lain dengan menciptakan sekolah sebagai masyarakat belajar, pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), kegiatan kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra-kurikuler, serta menciptakan suatu kondisi kemampuan dan ketangguhan yakni memiliki tingkat keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, dan kekeluargaan yang mantap.
PROFIL SEKOLAH SMK NEGERI 5 JEMBER


Kecenderungan penerapan standarisasi proses dan produk pada suatu kegiatan usaha sudah menjadi kebijakan sebagian besar lembaga/ perusahaan. Kebijakan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan kepercayaan pasar terhadap produk yang dihasilkan. Sejalan dengan kecenderungan tersebut, maka penyelenggaraan kegiatan operasional perusahaan mengarah pada penerapan prinsip-prinsip supplier dan customer. Sementara itu, untuk menghadapi persaingan diera globalisasi SMK Negeri 5 Jember yang dulunya bernama SMK Negeri 1 Sukorambi Jember telah ditetapkan Pemerintah sebagai SMK Bertaraf Internasional.
Standarisasi manajemen mutu ISO 9001:2000 oleh “SAI GLOBAL” YANG BERPUSAT DI AUSTRALIA dengan Certificate No. QEC. 23904. Lulusan SMK Negeri 5 JEMBER mantap, berkepribadian unggul, kompeten, produktif, kompetitif dan langsung siap memasuki lapangan kerja dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi melalui jalur khusus dan beasiswa unggulan. Program Keahlian yang diselenggarakan adalah program unggulan yang berorientasi kepada trend kebutuhan pasar
Prestasi membanggakan berhasil diraih SMKN 5 JEMBER. Sekolah yang beberapa waktu lalu sempat terpuruk kini melejit dengan keberhasilannya meraih sertifikat ISO 9001:2000.
Di negeri ini, belum banyak sekolah yang berhasil meraih sertifikat jaminan kualitas sistem manajemen berstandar internasional ini. Di Jember, SMKN 5 JEMBER merupakan yang pertama dan satu-satunya.
Sertifikat tersebut berlaku sampai 2010. Setiap enam bulan sekali akan ada pengecekan ulang. Selepas itu, harus ada audit ulang untuk bisa mempertahankannya kembali. SMKN 5 JEMBER berhasil meraih sertifikat untuk kriteria lembaga pendidikan vokasional (lebih menekankan pada skill) di bidang Training Agriculture, Chemical Engineering, dan Information Technology.
Memang, tak mudah untuk bisa meraih setifikat ISO 9001:2000 tersebut. Sebab, sekolah terlebih dahulu harus lolos audit yang dilakukan oleh lembaga eksternal yang berwenang mengeluarkan sertifikat tersebut. Di SMKN Sukorambi sendiri, audit dilakukan oleh SAI Global Certification Services Pty Ltd, Australia. “Audit dilakukan dua kali,” kata Drs Bambang Irianto MSi, kepala SMKN Sukorambi, kemarin.
Audit pertama disebut dengan pre elementary audit. Audit tersebut dilakukan pada Agustus 2006 lalu. Kemudian dilanjutkan dengan audit kedua pada November 2006 lalu. Hasilnya cukup menggembirakan, sekolah yang kini menyandang status sekolah berstandar Internasional itu lolos dengan sempurna. “Biasanya ada yang tidak lolos atau lolos tapi dengan syarat. Alhamdulillah, berkat kekompakan teman-teman di sini (SMKN 5 JEMBER) kami lolos dengan utuh,” tambah mantan kepala SMKN 2 Jember ini.
Dengan diraihnya sertifikat ISO ini, ada jaminan standar layanan di SMKN yang terletak di bilangan Brawijaya ini. Mulai pelayanan guru terhadap siswa, orang tua, antar bagian, maupun layanan-layanan akademis lainnya. “Pendek kata kami nggak bisa seenaknya lagi. Semua yang kami kerjakan ada ukuran standarnya dan harus terpenuhi. Selain itu, semua ada record-nya,” kata Bambang.
Dia lantas mencontohkan ketika guru memberikan materi pelajaran kepada siswa. Ada standar-standar yang harus dipenuhi. Mulai dari mempersiapkan bahan ajar sampai apa yang diajarkan maupun dilakukan di kelas. Jika guru tak masuk, tak bisa begitu saja mengalihkan atau meninggalkan tugas. Tapi juga harus merinci tugas dan kepada siapa melimpahkannya. “Semua layanan standar. Jadi, meski diberikan oleh orang yang berbeda, ada standar layanan yang sama dan diharapkan output-nya pun sama,” tegasnya.
Diharapkan, dengan adanya standar layanan itu, sumber daya yang dihasilkan juga akan standar. Artinya, bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja.
Bapak Bambang sendiri mengaku sejatinya telah menyiapkan cukup lama untuk bisa meraih sertifikat tersebut. Sejak Desember 2005, proposal untuk meraih sertifikat bertaraf internasional itu sudah diajukan. Kemudian, secara bertahap dia melakukan pembenahan internal. “Cukup lama dan melelahkan karena memang prosedurnya cukup njlimet,” katanya. Namun, semuanya itu terbayar impas. Sejak Februari ini, dua sertifikat ISO 9001:2000 sudah terpampang di sekolah yang dulu lebih dikenal dengan sekolah menengah teknologi pertanian Jubung itu.
Ketenaga Kerjaan
SMK Negeri 1 Sukorambi Jember memiliki sumber daya manusia sebanyak 133 orang, terdiri dari 96 tenaga edukatif dan 37 orang tenaga Tata Usaha yang professional. Dari 96  tenaga edukatif terdiri dari 48 orang guru Produktif, 43 orang guru Adaptif dan Normatif, 5 orang guru BP.
Fasilitas yang dimiliki antara lain lahan seluas 8 Ha, 17 ruang teori, 12 ruang kantor, laboratorium dan bengkel 12 ruang beserta peralatannya, 1 laboratorium bahasa inggris, 3 laboratorium computer dengan 60 unit computer Pentium 4, 1 ruang AVA dan Multimedia. Sedangkan sarana olah raga yang dimiliki antara lain lapangan voli, bulutangkis, tennis dan basket.
Untuk melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda didukung oleh DU / DI seperti berikut ini : PT Glen Nevis Banyuwangi, PT East West Seed Indonesia, PT Multi Benih Unggul Indonesia, PTPN XI (Persero) PG Semboro, PT Charoen Phokpand, Bengkel Nusantara Motor, PT Philips Seafood Pasuruan Indonesia,  PT Mega Plasma Computer, Mega Computer, PIKMI dan PPKIA Jember, dll
WELCOME TO BLOG OSIS SMK NEGERI 5 JEMBER